Video Dewasa
CERITA DEWASA
CERITA ABG
CERITA JANDA
CERITA TANTE
FOTO SEKSI
Gairah Istri Teman Mulus dan Bahenol (2017)
By: Mellysa ing on Desember 17, 2017 / comment : 0 CeritaSek17, Video Dewasa
Cerita Dewasa Staffku Yang Bahenol Tidak Pernah Orgasme Dengan Suaminya
By: Mellysa ing on Desember 17, 2017 / comment : 0 Cerita Dewasa, Cerita Dewasa Janda, Cerita Janda
Cerita Dewasa Staffku Yang Bahenol Tidak Pernah Orgasme Dengan Suaminya – Asal mulanya cuma iseng-iseng untuk mengisi waktu kosong di jam istirahat, tp lama-kelamaan Tiara salah satu stafku yg manis itu malah penasaran dan bertanya jauh tentang orgasme. Ya sebuah misteri yg kelihatan mudah namun susah diungkapkan.
Memang masih banyak sekali perempuan yg belum sadar arti pentingnya orgasme, bahkan menurut penelitian hanya 35% perempuan yg dapat meraih orgasme, banyak hal-hal yeng mempengaruhi perempuan dalam meraih orgsme, baik dari faktor perempuanya ataupun laki-lakinya atau bahkan dari suasana, perasaan, dll.
Termasuk Tiara ini, selama menikah 3 tahun lalu, dia belum tau apa itu orgasme, yg dia tau hanya rasa nikmat saat batang k0ntol suaimnya menusuk lubang memeknya, dan berakhirsaat k0ntol suaminya menyemburkan lendir kenikmatan ke dalam lubang memeknya.
Aku hanya geleng-geleng kepala mendengarkan ceritanya, lalu aku korek lebih dalam tentang perasaan, foreplay, gaya, waktu, dan lain-lain tentang hubungannya dgn suaminya.
Dgn malu-malu Tiara pun menceritakan dgn jujur bahwa selama ini memang dia sendiri penasaran dgn apa yg namanya orgasme namun dia tak tahu harus bagaimana, yg jelas saat berhubungan dgn suaminya dia cukup foreplay.
Bahkan suaminya senang mengoral kewanitaannya sampai banjir, dan selama k0ntol suaminya masuk sama sekali tdk ada rasa sakit, yg ada hanya enak saja namun tdk bertepi, rasanya menggantung tdk ada ujung, dan tahu-tahu sudah berakhir dgn keluarnya sperma suaminya ke dalam kewanitaannya.
“Kira-kira berapa lama k0ntol suami kamu bertahan dalam kewanitaan kamu?” tanyaku.
“Mungkin sekitar 15 menit” jawabnya pasti.
“Gaya apa aja yg dipakai suami kamu?”
“Macam-macam, Pak, malah sampai nungging segala”
Aku hanya tersenyum mendengar jawaban Tiara yg polos.
“Kira-kira berapa besar k0ntol suami kamu?”
“Berapa ya?, saya tdk tau Pak!” jawabnya bingung.
Akupun jadi bingung dgn jawabannya, tp aku ada tdk kekurangan akal.
“Waktu kamu genggam punya suami kamu pakai tangan, masih ada lebihnya tdk?”
Tiara diam sejenak, mungkin sedang mengingat-ingat.
“Kayanya masih ada lebih, pas kepalanya, Pak!”
Aku tak dapat menahan senyumku.
“Maksud kamu, ‘helm’nya masih nongol?”
“Ya!” Tiarapun tersenyum jg.
Cerita sex selingkuh, Aku suruh tangannya menggenggam, aku pandangi secara seksama tangannya yg sedang mengepal, yg berada dalam genggamanku, sungguh halus sekali, Namun aku sadar bahwa aku ditempat umum.
“Aku perkirakan k0ntol suami kamu berukuran 10-14 cm, berarti masih normal, Yas!”
“Bagaimana dgn kekerasannya?” tanyaku lagi.
“Keras sekali, Pak, seperti batu!”
Aku diam sejenak mencoba berfikir tentang penghambatnya meraih orgasme, sebab dari pembicaraan tadi sepertinya tdk ada masalah dalam kehidupan seksnya, tp kenapa Tiara tdk bisa meraih orgasmenya?
“Kok diam Pak?”
“Aku lagi mikir penyebabnya.”
“Apa mungkin masalah lamanya, Pak? Sebab sepertinya saya sedikit lagi mau mencapai ujung rasa enak, tp suami saya keburu keluar” terangnya.
Aku diam sejenak, mencoba mencerna kata-katanya, tp tak lama Tiara sendiri membantahnya.
“Tp, tdk mungkin kali, Pak, sebab biarpun kadang lebih lama dari sepuluh menit, tp tetap saya merasa hampir di ujung terus, tanpa pernah terselesaikan.”
Aku sedikit mengerti maksudnya,
“Maksud kamu, kalau 10 menit kamu maunya semenit lagi? Namun kalau 12 menit atau 15 menit pun kamu maunya tetap semenit lagi?” tanyaku.
“Ya, betul, kenapa ya Pak?”
Aku kini mulai mengerti posisi sebenarnya, kemungkinan besar ada titik dalam memeknya yg belum tersentuh secara maksimal, Itu kesimpulan sementara, Namun aku belum sempat mengucapkan apa-apa, keburu jam istirahat kerja habis.
“Ya udah Yas, nanti kita terusin via SMS, oke?”
“Oke deh!” sahutnya riang sambil meninggalkan aku.
Di meja kerjaku, aku kembali memikirkan benar-benar masalah yg Tiara hadapi, sebenarnya ada niat untuk memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, karena setelah aku pikir-pikir Tiara punya kelebihan di Toket dan pantatnya yg besar jg kulitnya yg bersih dgn bulu-bulu halus, Namun Tiara akrab dgn istriku, dan aku sendiri kenal sudah lama denganya dan suaminya, ini yg jadi masalah, Lama aku berfikir, akhirnya aku putuskan untuk mencoba menolongnya semampuku tanpa mengharapkan apapun darinya, Aku yakin aku bisa membantunya berbekal pada pengalamanku selama ini.
Aku kirim SMS kepadanya,
“Yas, Sepertinya masalah kamu agak kompleks, Kalau sempat, bisa tdk nanti pulang kerja kita cari tempat yg enak utk mengobrol?”
5 menit aku tunggu belum ada jawaban jg, Aku jadi tegang sendiri, jangan-jangan dia marah, karena aku dianggap kurang ajar, Tp untunglah tak lama HPku bergetar 2x pertanda SMS masuk, Aku langsung lihat pengirimnya Tiara, aku baca isinya.
“Boleh, tp jangan di tempat sepi ya.., kata nenek itu berbahaya”
Cerita selingkuh 2017, Aku tersenyum membaca balasannya yg sedikit bergurau, lalu aku balas kembali,
“Yas, jangan salah tangkap ajakanku ya.. aku cuma tdk enak saja kalau kita terlalu mencolok, karena kamu istri orang & aku suami orang jg”
Singkat kata Pukul 5 sore kami janjian ketemu di sebuah rumah makan yg nyaman di daerah Jakarta timur, Suasana rumah makan yg agak temaram menambah rileks obrolan kami, Sambil makan kami melanjutkan obrolan kami yg tadi siang.
Aku utarakan kesimpulan sementaraku bahwa ada kurang sentuhan di area memeknya, aku sarankan agar nanti malam mencari titik tersebut dan jika sudah ketemu aku suruh Tiara meminta kepada suaminya untuk menekan lebih kuat saat hubungan intim, Tiara mengangguk mengerti.
“Menurut Bapak, apakah body saya cukup bagus?”
Tiba-tiba saja Tiara bertanya seperti itu. Aku kaget mendengarnya, berarti kemungkinan Tiara kurang percaya diri dgn tubuhnya, dan menurut yg aku tahu ini sangat berbahaya untuk meraih orgasme.
“Yas, dalam sebuah hubungan intim, Jangan merasa body kamu jelek atau memek kamu tdk wangi atau toket kamu jelek atau apa saja yg menurut kamu negatif, itu faktor yg sangat penting dalam meraih orgasme, Ingat Yas, kalau tubuh kamu tdk bagus kan tdk mungkin suami kamu mau mencumbu kamu, dan mau berhubungan dgn kamu!”
“Justru kamu harus berfikir bahwa wajah dan tubuh kamu sangat bagus, buktinya suami kamu minta melulu, kan?”
“Tp, saya tdk nyaman dgn perut saya yg tdk ramping”
“Yas, yg lebih gendut dari kamu banyak, ingat itu, lagian menurutku perut kamu tdk terlalu gendut, Biasa saja!” jawabku tegas.
“Pokoknya malam ini, kamu coba untuk menghilangkan rasa tdk percaya diri kamu, dan saat ada sentuhan nikmat yg kamu bilang tdk berujung, suruh suami kamu menekannya lebih kuat, itu saja dulu, besok aku tunggu kabarnya!”
Aku jadi terkesan menyuruh, mungkin karena dikantor Tiara bawahanku, sehingga menjadi kebiasaan. Karena waktu sudah menunjukan jam 19.00 kami pun pulang ke rumah masing-masing, aku antar Tiara sampai tempat dia biasa menunggu angkot.
Keesokan paginya, Aku baru saja ngopi dan HP baru aku aktifkan, Sudah ada pesan dari Tiara, bunyinya singkat,
“Belum berhasil, Pak!”.
Aku lihat dikirim jam 23.10 malam, berarti kemungkinan Tiara mengirimnya saat baru selesai berhubungan dgn suaminya.
Sampai dikantor aku baru membalas SMSnya.
“Memang kenapa?”
Tak lama Tiara pun membalasnya.
“Tdk tahu kenapa, apa nanti sore kita bisa ketemu lagi, Pak?, saya merasa nyaman mengobrol dgn Bapak.”
Aku berfikir tentang arti pesannya, Apakah dia mengajakku selingkuh? Atau hanya perasaanku saja? Atau memang dia hanya ingin mengobrol saja? Sebagai lelaki jelas aku tdk mungkin menampiknya, Sorenya kami janjian di tempat yg kemaren, dan ungkapan Tiara yg jujur sangat mengagetkanku.
“Pak, terus terang, keinginan saya untuk meriah orgasme jadi tambah kuat, tp herannya malah saya inginnya dari Bapak, Entahlah saya yakin sekali saya bisa meraihnya bersama Bapak”
Jantungku terasa berhenti berdetak mendengarnya, belum selesai aku menenangkan pikiranku, Tiara kembali melanjutkan pembicaraannya.
“Tp bukan berarti saya ingin berhubungan dgn Bapak lho, saya hanya ingin tahu kenapa perasaan saya begini?”
Aku hanya diam, namun aku mengambil kesimpulan dalam hati bahwa kemungkinan Tiara terkesan dgn aku karena aku atasannya, bisa saja dia tanpa sadar kagum dgn cara kerjaku, atau apalah yg berhubungan dgn pekerjaan, Karena kalau secara fisik tdk mungkin, jauh lebih ganteng dan atletis suaminya dari pada aku.
Namun hal ini tdk aku ungkapkan kepadanya.
Suasana hening diantara kami beberapa saat, tp tiba-tiba saja tangan Tiara meraih tanganku,
“Pak.” Hanya itu yg keluar dari mulutnya
Tatapan mata kami beradu, Aku melihat ada gairah disana, Aku balas meremas jarinya, Sentuhan halus kulitnya terasa menimbulkan percik-percik gairah di antara kami, Akhirnya aku beranikan diri untuk mengajaknya,
“Yas, Bagaimana kalau kita diskusi langsung dgn praktek untuk meraih orgasme kamu?” suaraku terasa agak bergetar, mungkin agak canggung.
“Terserah Bapak deh” jawabnya manja sambil mencubit tanganku.
Pucuk dicinta ulampun tiba, aku segera membayar makanan kami dan langsung menuju hotel, sepanjang jalan ke hotel, jari-jari kami saling bertaut mengantarkan kehangatan ke jiwa kami, Dan setelah sampai di kamar hotel yg asri, Kami lamgsung mulai.. Meskipun awalnya agak canggung, Namun akhirnya kami dapat menikmati semuanya,
Masih dalam keadaan berpakaian, aku memeluk tubuh Tiara yg padat, bibir kami saling melumat lembut, kadang lidah kami saling kait dan saling dorong, sehingga gairah di dada kami semakin membuncah, Satu per satu pakaian kami bertebaran dilantai, seiring dgn nafsu kami yg semakin menggebu.
Kini Seluruh organ tubuhku bekerja untuk memenuhi hasrat Tiara, aku rebahkan tubuh mulusnya di ranjang, sungguh pemandangan yg indah dan mendebarkan, dgn kulit tubuh yg putih bersih kontras dgn bulu-bulu halus dipermukaan kulitnya apalagi di memeknya yg begitu lebat menghitam. Aku langsung mengelus toketnya yg padat dgn lembut, sementara mulut dan lidahku menciumi dan menjilati centi demi centi tubuhnya tanpa terlewati,
“Tubuh kamu bagus sekali, Yas!” Aku mencoba memberinya rasa percaya diri.
Film Semi
Sementara Jilatanku sudah sampai pada memeknya, aku sibakkan bulunya dgn lidahku, aku kemut lembut klitorisnya, kadang lidahku menusuk langsung memeknya, Jari-jariku ikut membantu memberi kenikmatan dgn memilin-milin puting toketnya yg semakin mencuat, Sehingga membuat Tiara mengerang dalam nikmat.
Sementara Tiara pun tdk tinggal diam, dia balas mengelus dadaku, kadang ujung dadaku di pilinnya, Tangan yg satunya lagi meremas-remas dan mengocok senjataku sehingga semakin meregang kaku dalam genggamannya, Yg aku yakin berdasarkan ceritanya pasti punyaku lebih besar dari pada punya suaminya, Gairah yg membuncah didadaku membuat aku lupa bahwa aku punya tugas untuk mengantarnya meraih orgasme.
Tubuh kami berguling-guling dikasur saling memberikan rangsangan dan kenikmatan, hingga akhirnya Tiara sendiri yg tdk tahan dan mengambil inisiatif, dia langsung mengangkangi tubuhku, dan langsung memegang senjataku untuk dibimbing kedalam liang surganya.
Perlahan, centi demi centi, senjataku memenuhi rongga memeknya berbarengan dgn rasa nikmat dan hangat disenjataku, Cengkraman memeknya yg begitu kuat terasa mengurut senjataku.
Tiara terus menggoyangkan pantatnya yg bulat padat, Tanganku memilin kedua putingnya, butir-butir keringat mulai membasahi tubuh kami berdua, tak lama Tiara berteriak histeris dan menggigit pundakku, tubuhnya mengejang kaku, dan wajahnya agak memerah melepas orgasmenya,
Aku berhasil mengantarnya meraih orgasme, Tubuhnya diam sejenak diatas tubuhku.
“Terima kasih, Pak” ia mencium keningku.
“Saya masih mau lagi” ucapnya serak.
Sungguh diluar dugaan, mungkin karena baru kali ini dia meraih orgasme, Tiara begitu liar, hanya beberapa detik, tubuhnya mulai bergoyang diatas tubuhku, Dan anehnya lagi, Hampir disetiap gaya Tiara bisa meraih orgasmenya begitu cepat.
Mungkin ada 6 kali dia sudah orgasme tp dia belum puas jg, sementara aku sendiri bersusah payah menahan orgasmeku, Aku benar-benar ingin memuaskan dahaganya, Apalagi saat gaya doggy, sambil meremas buah pantatnya yg bulat, aku benar-benar tak kuat lagi menahan semprotan dalam spermaku, sentuhan buah pantatnya di pangkal senjataku menambah sensasi tersendiri.
“Yas, aku mau keluar, di dalam atau di luar?” sambil aku mempercepat kocokanku.
“Di dalam aja Pak, cepat sodok yg kuat!” erangnya.
Akhirnya Seluruh tubuhku bagai tersetrum nikmat, aku melepas orgasmeku, menyemburkan cairan hangat ke dalam lubang memek Tiara yg telah basah berbarengan dgn kedutan-kedutan kecil hangat dari dalam liang memek Tiara.
Yah, kami orgasme berbarengan, Sungguh nikmat sekali.
Waktu sudah menunjukan pukul 9 malam, namun Tiara kelihatannya belum puas jg, aku sampai bingung sendiri, biasanya istriku sekali orgasme tdk bisa lagi orgasme, Namun memang pernah aku baca ada wanita yg seperti Tiara.
Akhirnya waktu jualah yg harus memisahkan kami, kembali ke kehidupan nyata, Aku dgn istriku dan Tiara dgn suaminya, Namun sejak saat itu hubungan kami semakin hangat membara.
Ada satu kelebihan Tiara yg tdk bisa aku lupakan, Memeknya sangat mencengkram meskipun sudah puluhan kali kami berhubungan, Pernah aku Tanya katanya dia sering minum jamu, Dan Tiara sendiri pun jelas sangat membutuhkan orgasme dariku, Karena terakhir cerita dia belum bisa meraih dgn suaminya, entahlah sampai kapan.
Cerita Dewasa Desahan Wanita Cantik Pemain Basket 2017
By: Mellysa ing on Desember 16, 2017 / comment : 0 Cerita Dewasa, Cerita Dewasa Abg, CeritaSek17
Cerita Dewasa Desahan Wanita Cantik Pemain Basket 2017 - Ketika itu, sekolahku sedang mengikuti persiapan untuk lomba basket. Sebagai pemain inti tentu saja aku mengikuti program latihan yang diberikan oleh pelatih. Kami diharuskan menginap di sekolah untuk suatu latihan. Yah, terpaksa aku menginap juga di sekolah.
Ternyata yang menginap tidak hanya tim basket putra tetapi juga tim basket putri. Dalam hati aku bersorak gembira karena di tim basket putri di sekolahku terdapat banyak cewek cantik. Apalagi pakaian tim cewek memang sangat sexy.
Memang mereka bisa main basket, cuma yang bisa bermain bagus hanya satu atau dua orang saja. Aku datang ke sekolah pukul 16:00 WIB. Setelah menaruh tasku di kelas, aku segera bergabung dengan teman-temanku.
Saat itu langit masih agak terang, sehingga aku masih bisa bermain di lapangan basket yang outdoor. Latihan berjalan seperti biasa. Pemanasan, latihan lay-up dan permainan. Seperti biasa, putra dan putri dicampur. Jadi di satu tim terdapat 3 cowok dan 2 cewek. Aku main seperti biasa tidak terlalu ngotot.
Saat itu tim lawan sedang menekan timku. Vinny sedang melakukan jump shoot, aku berusaha menghalanginya dengan melakukan blocking. Namun usahaku gagal, tanganku justru menyentuh bagian terlarangnya. Aku benar-benar tidak bermaksud menyentuh dadanya. Memang dadanya tidak terlalu besar namun setelah menyentuhnya kurasakan payudaranya sangat kenyal.
Lalu aku meminta maaf kepadanya. Vinny pun menerima maafku dengan wajah agak merah. Setelah itu giliran timku melakukan serangan. Lagi-lagi aku berhadapan dengan Vinny. Aku berusaha menerobos defend dari Vinny. Namun tak sengaja aku menjatuhkan Vinny dan aku dikenai personal foul. Aku mencoba membantu Vinny berdiri.
Kulihat kakinya berdarah, lalu kutawarkan untuk mengantarkannya membesihkan luka itu. Vinny pun menerima ajakanku. Kami pun berjalan menuju ke ruang guru yang jaraknya memang agak jauh dengan lapangan basket. Vinny berjalan tertatih-tatih, maka kubantu ia berjalan. Saat itu sekolahku sudah kosong semua, hanya tinggal kami tim basket dan karyawan sekolah.
Sesampainya di ruang guru, aku segera mengambil peralatan P3K. Kubasahi luka di paha kiri Vinny dengan perlahan. Sesekali Vinny melakukan desahan karena kesakitan. Setelah kucuci lukanya, kuberi obat merah dan kuperban kakinya. Saat menangani lukanya, baru kusadari bahwa Vinny juga memiliki kaki yang menurutku sangat sexy.
Kakinya sangat panjang dan mulus. Apalagi dia hanya mengenakan celana pendek. Kuarahkan pandanganku ke atas. Dadanya tidak terlalu besar, namun cukuplah bagi cewek berusia 17 tahun. Oh ya.. Vinny berusia 17 tahun, rambutnya lurus panjang sebahu, kulitnya putih mulus, dia Asli Indo sepertiku. Tingginya 172 cm dan beratnya kira-kira 50 kg.
Tiba-tiba kudengar erangan Vinny yang membangunkanku dari lamunanku.
Ada apa Vin? kutanya dia dengan lembut.
Kakiku rasanya sakit banget. jawabnya.
Di mana Vin? tanyaku dengan agak panik.
Di sekitar lukaku..
Kupegang daerah di sekitar lukanya dan mulai memijatnya. Penisku lama-lama bangun apalagi mendengar desahan Vinny. Tampaknya ini hanya taktik Vinny untuk mendekatiku. Aku pun tak bisa berpikir jernih lagi. Segera saja kulumat bibir Vinny yang indah itu. Vinny pun tak mencoba melepaskan diri.
Ia sangat menikmati ciumanku. Perlahan, Vinny pun membalas ciumanku. Tanganku mulai merambah ke daerah dadanya. Kuraba dadanya dari luar bajunya yang basah oleh keringat. Vinny semakin terangsang. Kucoba membuka bajunya, namun aku tidak ingin buru-buru. Kuhentikan seranganku. Vinny yang sudah terangsang agak kaget dengan sikapku. Namun aku menjelaskan bahwa aku tak ingin terburu-buru dan Vinny pun dapat memahami alasanku walaupun ia merasa sangat kecewa.
Kemudian aku membantunya kembali ke lapangan. Sebelum kembali ke lapangan aku mencium mulutnya sekali lagi. Kami pun berjanji untuk bertemu di ruang kelas IB setelah latihan selesai. Dalam hati aku berjanji bahwa aku harus merasakan kenikmatan tubuhnya. Sisa latihan malam itu pun kulakukan dengan separuh hati.
Setelah latihan, kami semua mandi dan beristirahat. Kesempatan bebas itulah yang kami gunakan untuk bertemu. Di ruang kelas itu kami saling mengobrol dengan bebas. Aku pun tahu bahwa Vinny belum pernah memiliki pacar sebelumnya dan kurasa dia menaruh hati padaku. Perasaanku padanya biasa-biasa saja.
Namun mendapat kesempatan ini aku pun tak ingin melewatkannya. Kami pun mengobrol dengan santai. Vinny pun bermanja-manja denganku. Kepalanya disandarkan ke bahuku dan aku pun membelai rambutnya yang wangi itu. Entah siapa yang memulai, kami saling berpagutan satu sama lain. Bibirnya yang hangat telah menempel dengan bibirku. Lidah kami pun saling beradu.Kuarahkan ciumanku ke bawah. Kupagut lehernya dengan lembut sehingga Vinny melakukan desahan .
Tanganku mulai aktif melancarkan serangan ke dada Vinny. Kurasakan payudara Vinny mulai mengeras. Kusingkap T-Shirt pink miliknya dan terlihatlah payudara Vinny terbungkus Triumph 32B. Ketika aku akan melancarkan seranganku, Vinny tiba-tiba melarang. Kali ini dia yang belum siap. Rupanya ia ingin melakukannya secara utuh denganku di suatu tempat yang pantas. Aku pun memahami maksudnya. Akhirnya kami hanya berciuman saja.
Keesokan harinya, kami kembali melakukan latihan basket. Namun Vinny hanya melakukan latihan ringan saja. Pukul 13:00 kami boleh pulang ke rumah masing-masing. Kutawarkan tumpangan kepada Vinny. Aku memang membawa mobil sendiri ke sekolah. Kuantarkan ke rumahnya di sebuah jalan besar. Sesampainya di sana, aku diajaknya masuk ke rumahnya. Aku tahu bahwa Vinny tidak tinggal bersama orang tuanya.
Orang tuanya terlalu sibuk mengurus bisnis mereka. Vinny memang anak orang kaya. Pertama-tama aku minta ijin memakai kamar mandinya untuk mandi sejenak. Setelah selesai, aku menunggu di kamarnya. Kamarnya cukup luas. Suasananya pun cukup enak. Aku kini mengerti mengapa Vinny tak ingin melakukannya di kelas. Vinny juga sedang mandi rupanya. Memang cewek kalau mandi itu agak lama.
Tak lama, Vinny keluar dari kamar mandi dengan mengenakan T-Shirt Hello Kitty berwarna biru muda dengan celana pendek. Lalu kami pun berbincang-bincang. Aku pun memuji kecantikannya. Setelah agak lama berbincang, kami saling memandang dan kami pun mulai berciuman.Ciuman kali ini sangat kunikmati.
Kuraba dengan lembut payudara Vinny. Kemudian kubuka baju Vinny dan terlihatlah BH hitam membungkus payudara yang sangat indah. Aku termenung sejenak lalu mulai melepas pakaianku dan pakaiannya. Aku sudah telanjang sedangkan Vinny masih mengenakan pakaian dalam berwarna hitam. Kulanjutkan ciumanku di dada Vinny. Vinny melenguh perlahan menikmati perlakuanku.
Perlahan-lahan kuarahkan mulutku di antara dua belahan pahanya yang mulus. Lalu kusentuh permukaan celana dalamnya yang sexy dengan ujung lidahku. Badan Vinny seperti mengejang perlahan. Kuliarkan lidahku di celana dalamnya. Vinny pun merasakan desahan nikmat karena lidahku mengenai klistorisnya. Kulepas BH dan CD-nya hingga tampaklah sesosok tubuh yang sangat indah dan proporsional.
Kembali aku mempermainkan buah dadanya. Buah dadanya sudah mulai menegang dan bentuknya pun menjadi sangat indah walaupun tidak besar. Kugigit-gigit lembut putingnya yang menegang keras. Kuturunkan ciumanku ke arah rambut-rambut halus yang tertata rapi di bagian bawah tubuhnya. Kucium harum khas kemaluan Vinny. Kujulurkan lidahku masuk ke dalam belahan kemaluannya dan berusaha menemukan klistorisnya.
Ketika kutemukan daging kecil itu, Vinny mengeluarkan desahan desahan yang sangat merangsang diriku. Aku semakin bergairah untuk merasakan sempitnya kemaluannya. Kemaluannya terus kulumat dengan lidahku. Tak lama kemudian, kurasakan kepalaku dijepit oleh kedua belah paha Vinny.
Badan Vinny mulai mengejang, melonjak dan melengkungkan tubuhnya sesaat. Vinny telah mencapai orgasme pertamanya bersamaku. Kubiarkan ia menikmati gelombang orgasme pertamanya selama beberapa menit dengan terus memainkan lidahku dengan lembut di daerah sensitifnya. Kemudian Vinny terbaring lemas karena gelombang orgasme yang telah melandanya tadi. Ia sangat menikmati orgasme nya tadi.
Memahami kebutuhanku, Vinny kembali aktif. Vinny meraih batang kemaluanku dan menyentuhkan lidahnya ke kepala penisku. Kurasakan hisapannya masih malu-malu. Tapi terus kumotivasi dia dengan ucapan-ucapan kotor. Dan usahaku berhasil. Lama-lama Vinny tidak lagi merasa canggung. Hisapannya mulai membuatku melakukan desahan . Ukuran mulut Vinny pas sekali dengan lebar penisku.
Jadi kenikmatan yang kudapat sangatlah nikmat. Aku pun tak mau diam. Kuraih kedua paha Vinny dan kubenamkan kepalaku diantaranya. Sehingga kami membentuk sikap 69. Rangsangan-rangsangan yang telah menjalari tubuh kami berdua rupanya sudah semakin hebat dan tak dapat ditahan lagi. Vinny bergulir ke sampingku, memutar posisi tubuhnya sehingga kami dapat berciuman sejenak.
Aku bertanya, Vin, aku masukkan ya? Dengan lemah, Vinny pun menganggukkan kepala. Kubaringkan tubuhnya ke ranjang, kuangkat kedua belah tungkainya yang muluh ke bahuku. Kuarahkan kepala kemaluanku menuju ke arah kemaluannya. Lalu kumasukkan kepalanya dahulu ke dalam milik Vinny.
Rupanya kemaluan Vinny sangat sempit. Tidak dapat kumasuki. Vinny melakukan desahan karena kesakitan sambil melonjak ketika aku mencoba menekannya. Sebenarnya aku senang mendapat vagina yang begitu sempit. Namun aku sangat kesulitan memasukkannya. Aku sudah sangat bersusah payah melakukannya. Aku sangat berhati-hati dalam melakukannya, karena aku tak mau menyakiti Vinny.
Aku merasa kasihan pada Vinny. Vinny terpaksa harus menahan gejolak nafsu dalam dirinya karena hal ini. Wajahnya terlihat sangat menderita. Terpaksa kuambil jalan pintas. Kumasukkan sekali lagi kepala kemaluanku ke dalam lubang kemaluan Vinny dan kudorong sekuat tenaga, namun gagal. Justru aku kesakitan sendiri. Vinny pun menjerit kesakitan. Kucoba menenangkannya sebentar. Lalu kucoba lagi.
Setelah 5 menit akhirnya berhasil. Penisku ternyata dapat masuk seluruhnya ke dalam milik Vinny. Dapat dikatakan sangat pas. Kurasa milik Vinny sangat dalam, karena dari semua cewek yang pernah ML denganku, vaginanya tak ada yang dapat menampung milikku. Paling-paling hanya 3/4-nya.
Mungkin karena Vinny itu tinggi sehingga vaginanya juga dalam. Setelah masuk semua, kudiamkan beberapa saat agar Vinny terbiasa. Lalu penisku mulai kutekan-tekankan perlahan-lahan. Vinny masih melakukan desahan karena kesakitan.
Walau penisku dapat masuk semuanya tapi ini sangat terasa sempit. Lama-lama kugerakkan agak cepat. Vinny sudah dapat mengikuti permainanku. Ia sudah dapat mendesah nikmat. Klistorisnya tergesek terus oleh milikku. Setelah agak lama, kuganti posisi.
Aku berada terlentang di ranjang dan Vinny berada di atasku menghadap ke arahku. Dengan posisi ini, Vinny dapat mengatur sendiri kecepatan penisku. Vinny menggerakkan sendiri pantatnya. Aku pun menaikkan pantatku saat Vinny menurunkan pantatnya. Tanganku pun berada di kedua bukit kembarnya. Sensasi ini sungguh luar biasa.
Vinny sangat menikmati permainan ini. Vinny melakukan desahan secara lantang dan ia bergerak semakin seru setiap kali kejantananku menghantam ujung rahimnya. Gerakan kami berdua semakin cepat dan semakin melelahkan, sampai akhirnya Vinny mengejang dan membusurkan badannya kembali.
Gelombang orgasme kedua telah melandanya. Ia tampak masih berusaha meneruskan gerakan-gerakan naik turunnya untuk memperlama waktu orgasmenya yang kedua sebelum akhirnya merebahkan tubuhnya yang lemas di atas tubuhku dan terdiam untuk beberapa saat. Tubuhnya bermandikan keringat. Aku menatap wajahnya yang menunjukan rasa bahagia.
Setelah memulihkan tenaga sesaat. Kembali aku melakukan permainan. Kali ini doggy style. Kubimbing ia pada posisi itu. Aku berdiri di belakangnya dan menusukkan penisku ke dalam miliknya. Kugerakkan penisku perlahan, namun lama-lama semakin cepat. Vinny berulangkali melakukan desahan sambil mengucapkan kata-kata kotor yang tak dapat kubayangkan mampu keluar dari mulut gadis cantik seperti dia. Sampai akhirnya aku merasakan spermaku sudah mengumpul di penisku.
Kukatakan padanya aku hampir orgasme. Dia pun hampir orgasme. Kupercepat laju penisku di dalam vaginanya. Kubuat agar Vinny keluar terlebih dahulu. Vinny pun meraih orgasmenya yang ketiga. Kubiarkan penisku di dalam vaginanya untuk menambah sensasi baginya, walau aku harus mati-matian menahan laju spermaku agar tidak muntah di dalam. Kemudian, kucabut penisku dan kumasukkan dalam mulutnya. Spermaku ternyata tidak mau keluar. Vinny pun berinisiatif mengulum penisku.
Tak lama kemudian, spermaku muncrat di dalam mulutnya. Spermaku keluar banyak sekali. Vinny kaget, namun ia segera menelannya. Kami diam sesaat. Vin, kamu masih kuat untuk main lagi? tanyaku nakal. Tentu donk.. jawabnya mesra. Vinny memang memiliki stamina yang kuat. Walaupun tubuhnya telah basah oleh peluh keringat, ia masih belum capai.
Setelah penisku kembali tegang, aku duduk dan Vinny duduk di atasku. Kumasukkan kembali penisku ke dalam vaginanya. Kali ini sudah tidak sesulit tadi walaupun masih agak rapat. Kugoyangkan pantatnya untuk meraih kenikmatan. Kugesek-gesek klistorisnya dengan penisku. Vinny kembali bergairah menyambutnya. Lalu kucoba menusukkan penisku keras-keras. Rasanya sungguh luar biasa.
Vinny sangat menyukai tusukan itu. Ketika spermaku sudah mengumpul lagi, aku berganti posisi. Vinny kutidurkan terlentang lalu aku tengkurap di atasnya. Kugerakkan pantatku naik turun dengan cepat. Namun Vinny kurang menyukai posisi ini. Kuanjurkan dia untuk tengkurap di atas ranjang dan aku di atasnya. Seperti kura-kura saling menumpang. Kumasukkan penisku ke dalam liang kenikmatannya. Vinny kembali merasakan rasa puas.
Kugerakkan penisku dengan cepat. Vinny akhirnya keluar juga untuk yang keempat kalinya. Aku pun mengeluarkan spermaku lagi di kedua belah dadanya. Kami pun tertidur selama beberapa jam. Ketika aku bangun, jam sudah menunjukkan pukul 19:30. Aku pun mencoba bangkit dari ranjang. Vinny pun terbangun. Saat itulah Vinny mengungkapkan perasaannya padaku.
Nonton Film Semi Body Cewek Japanese Yang Montok (2017) Subtitle Indonesia
By: Mellysa ing on Desember 15, 2017 / comment : 0 CeritaSek17, Video Dewasa
Cerita Dewasa Dimanja Oleh Tante April
By: Mellysa ing on Desember 15, 2017 / comment : 0 Cerita Dewasa, Cerita Dewasa Tante, CeritaSek17
Cerita Dewasa Dimanja Oleh Tante April - Panggil saja namaku Ronny umurku 38 tahun aku masih muda dan ber energy, ada seorang janda yang semok panggil saja dengan sebutan tante Aprilia walaupun usianya sudah berkepala 4 dia masih menjaga dan merawat tubuhnya dia sudah mempunyai 3 orang anak yang sudah besar , memang dari muda wajah tante Aprilia sudah cantik.
kulitnya putih bersih. Selain itu yang membuatku selama ini terpesona adalah payudara tante Aprilia yang luar biasa montok. Perkiraanku payudaranya berukuran 36C. Ditambah lagi pinggul aduhai yang dimiliki oleh janda cantik itu.
Bodi tante Aprilia yang indah itulah yang membuatku tak dapat menahan birahiku dan selalu berangan-angan bisa menikmati tubuhnya yang padat berisi. Setiap melakukan onani, wajah dan tubuh tetanggaku itu selalu menjadi inspirasiku.
Pagi itu jam sudah menunjukan angka tujuh. Aku sudah bersiap untuk berangkat ke kampus. Motor aku jalankan pelan keluar dari gerbang rumah. Dikejauhan aku melihat sosok seorang wanita yang berjalan sendirian.
Mataku secara reflek terus mengikuti wanita itu. Maklum aja, aku terpesona melihat tubuh wanita itu yang menurutku aduhai, meskipun dari belakang. Pinggul dan pantatnya sungguh membuat jantungku berdesir.
Saat itu aku hanya menduga-duga kalau wanita itu adalah tante Aprilia. Bersamaan dengan itu, celanaku mulai agak sesak karena kontolku mulai tidak bisa diajak kompromi alias ngaceng berat.
Perlahan-lahan motor aku arahkan agak mendekat agar yakin bahwa wanita itu adalah tante Aprilia.
“Eh tante Aprilia. Mau kemana tante?”, sapaku.
Tante Aprilia agak kaget mendengar suaraku. Tapi beliau kemudian tersenyum manis dan membalas sapaanku.
“Ehm.. Kamu Ron. Tante mau ke kantor. Kamu mau ke kampus?”, tante Aprilia balik bertanya.
“Iya nih tante. Masuk jam delapan. Kalau gitu gimana kalau tante saya anter dulu ke kantor? Kebetulan saya bawa helm satu lagi”, kataku sambil menawarkan jasa dan berharap tante Aprilia tidak menolak ajakanku.
“Nggak usah deh, nanti kamu terlambat sampai kampus lho.”
Suara tante Aprilia yang empuk dan lembut sesaat membuat penisku semakin menegang.
“Nggak apa-apa kok tante. Lagian kampus saya kan sebenarnya dekat”, kataku sambil mataku selalu mencuri pandang ke seluruh tubuhnya yang pagi itu mengenakkan bletzer dan celana panjang. Meski tertutup oleh pakaian yang rapi, tapi aku tetap bisa melihat kemontokan payudaranya yang lekukannya tampak jelas.
“Benar nih Ronny mau nganterin tante ke kantor? Kalau gitu bolehlah tante bonceng kamu”, kata tante Aprilia sambil melangkahkan kakinya diboncengan.
Aku sempat agak terkejut karena cara membonceng tante yang seperti itu. Tapi bagaimanapun aku tetap diuntungkan karena punggungku bisa sesekali merasakan empuknya payudara tante yang memang sangat aku kagumi.
Apalagi ketika melewati gundukan yang ada di jalan, rasanya buah dada tante semakin tambah menempel di punggungku. Pagi itu tante Aprilia aku anter sampai ke kantornya. Dan aku segera menuju ke kampus dengan perasaan senang.
Waktu itu hari sabtu. Kebetulan kuliahku libur. Tiba-tiba telepon di sebelah tempat tidurku berdering. Segera saja aku angkat. Dari seberang terdengar suara lembut seorang wanita.
“Bisa bicara dengan Ronny?”
“Iya saya sendiri?”, jawabku masih dengan tanda tanya karena merasa asing dengan suara ditelepon.
“Selamat pagi Ronny. Ini tante Aprilia!”, aku benar-benar kaget bercampur aduk.
“Se.. Selamat.. Pa.. Gi tante. Wah tumben nelpon saya. Ada yang bisa saya bantu tante?”, kataku agak gugup.
“Pagi ini kamu ada acara nggak Ron? Kalau nggak ada acara datang ke rumah tante ya. Bisa kan?”, pinta tante Apriliay dari ujung telepon. Cerita Hot
“Eh.. Dengan senang hati tante. Nanti sehabis mandi saya langsung ke tempat tante”, jawabku. Kemudian sambil secara reflek tangan kiriku memegang kontolku yang mulai membesar karena membayangkan tante Aprilia.
“Baiklah kalau begitu. Aku tunggu ya. Met pagi Ronny.. Sampai nanti!” Suara lembut tante Aprilia yang bagiku sangat menggairahkan itu akhirnya hilang diujung tepelon sana.
Pagi itu aku benar-benar senang mendengar permintaan tante Aprilia untuk datang ke rumahnya. Dan pikiranku nglantur kemana-mana. Sementara tanganku masih saja mengelus-elus penisku yang makin lama, makin membesar sambil membayangkan jika yang memegang kontolku itu adalah tante Aprilia. Karena hasratku sudah menggebu, maka segera saja aku lampiaskan birahiku itu dengan onani menggunakan boneka didol montok yang aku beli beberapa bulan yang lalu.
Aku bayangkan aku sedang bersetubuh dengan tante Aprilia yang sudah telanjang bulat sehingga payudaranya yang montok menunggu untuk diApriliayut dan diremas. Mulut dan tanganku segera menyapu seluruh tubuh boneka itu.
“Tante… Tubuhmu indah sekali. Payudaramu montok sekali tante. Aaah.. Ehs.. Ah”, mulutku mulai merancau membayangkan nikmatnya ML dengan tante Aprilia.
Karena sudah tidak tahan lagi, segera saja batang penisku, kumasukkan ke dalam vagina didol itu. Aku mulai melakukan gerakan naik turun sambil mendekap erat dan menciumi bibir boneka yang aku umpamakan sebagai tante Aprilia itu dengan penuh nafsu.
“Ehm.. Ehs.. Nikmat sekali sayang..”
Kontolku semakin aku kayuh dengan cepat.
“Tante.. Nikmat sekali memekmu. Aaah.. Punyaku mau keluar sayang..”, mulutku meracau ngomong sendiri.
Akhirnya tak lama kemudian penisku menyemburkan cairan putih ke dalam lubang vagina boneka itu. Lemas sudah tubuhku.
Setelah beristirahat sejenak, aku kemudian segera menuju ke kamar mandi untuk membersihkan kontol dan tubuhku.
Jarum jam sudah menunjuk ke angka 8 lebih 30 menit. Aku sudah selesai mandi dan berdandan.
“Nah, sekarang saatnya berangkat ke tempat tante Aprilia. Aku sudah nggak tahan pingin lihat kemolekan tubuhmu dari dekat sayang”, gumamku dalam hati.
Kulangkahkan kakiku menuju rumah tante Aprilia yang hanya berjarak 100 meter aja dari rumahku. Sampai di rumah janda montok itu, segera saja aku ketuk pintunya. Cerita Seks
“Ya, sebentar”, sahut suara seorang wanita dari dalam yang tak lain adalah tante Aprilia.
Setelah pintu dibuka, mataku benar-benar dimanja oleh tampilan sosok tante Aprilia yang aduhai dan berdiri persis di hadapanku. Pagi itu tante mengenakan celana street hitam dipadu dengan atasan kaos ketat berwarna merah dengan belahan lehernya yang agak ke bawah.
Sehingga nampak jelas belahan yang membatasi kedua payudaranya yang memang montok luar biasa. Tante Aprilia kemudian mengajakku masuk ke dalam rumahnya dan menutup serta mengunci pintu kamar tamu. Aku sempat dibuat heran dengan apa yang dilakukan janda itu.
“Ada apa sih tante, kok pintunya harus ditutup dan dikunci segala?”, tanyaku penasaran.
Senyuman indah dari bibir sensual tante Aprilia mengembang sesaat mendengar pertanyaanku.
“Oh, biar aman aja. Kan aku mau ajak kamu ke kamar tengah biar lebih rilek ngobrolnya sambil nonton TV”, jawab tante Aprilia seraya menggandeng tanganku mengajak ke ruangan tengah.
Sebenarnya sudah sejak di depan pintu tadi penisku tegang karena terangsang oleh penampilan tante Aprilia. Malahan kali ini tangan halusnya menggenggam tanganku, sehingga kontolku nggak bisa diajak kompromi karena semakin besar aja.
Di ruang tengah terhampar karpet biru dan ada dua bantal besar diatasnya. Sementara diatas meja sudah disediakan minuman es sirup berwarna merah. Kami kemudian duduk berdampingan.
“Ayo Ron diminum dulu sirupnya”, kata tante padaku.
Aku kemudian mengambil gelas dan meminumnya.
“Ron. Kamu tahu nggak Apriliaapa aku minta kamu datang ke sini?”, tanya tante Aprilia sambil tangan kanan beliau memegang pahaku hingga membuatku terkejut dan agak gugup.
“Ehm.. Eng.. Nggak tante”, jawabku.
“Tante sebenarnya butuh teman ngobrol. Maklumlah anak-anak tante sudah jarang sekali pulang karena kerja mereka di luar kota dan harus sering menetap disana. Jadinya ya.. Kamu tahu sendiri kan, tante kesepian. Kira-kira kamu mau nggak jadi teman ngobrol tante? Nggak harus setiap hari kok..!”, kata tente Aprilia seperti mengiba.
Dalam hati aku senang karena kesempatan untuk bertemu dan berdekatan dengan tante akan terbuka luas. Angan-angan untuk menikmati pemandangan indah dari tubuh janda itu pun tentu akan menjadi Apriliayataan.
“Kalau sekiranya saya dibutuhkan, ya boleh-boleh aja tante. Justru saya senang bisa ngobrol sama tante. Biar saja juga ada teman. Bahkan setiap hari juga nggak apa kok.”
Tante tersenyum mendengar jawabanku. Akhirnya kami berdua mulai ngobrol tentang apa saja sambil menikmati acara di TV. Enjoi sekali. Apalagi bau wangi yang menguar dari tubuh tante membuat angan-anganku semakin melayang jauh.
“Ron, udara hari ini panas ya? Tante kepanasan nih. Kamu kepanasan nggak?”, tanya tante Aprilia yang kali ini sedikit manja.
“Ehm.. Iya tante. Panas banget. Padahal kipas anginnya sudah dihidupin”, jawabku sambil sesekali mataku melirik buah dada tante yang agak menyembul, seakan ingin meloncat dari kaos yang menutupinya.
Mata Tante Aprilia terus menatapku hingga membuatku sedikit grogi, meski sebenarnya birahiku sedang menanjak. Tanpa kuduga, tangan tante memegang kancing bajuku.
“Kalau panas dilepas aja ya Ron, biar cepet adem”, kata tante Aprilia sembari membuka satu-persatu kancing bajuku, dan melepaskannya hingga aku telanjang dada…
Aku saat itu benar-benar kaget dengan apa yang dilakukan tante padaku. Dan aku pun hanya bisa diam terbengong-bengong. Aku tambah terheran-heran lagi dengan sikap tente Aprilia pagi itu yang memintaku untuk membantu melepaskan kaos ketatnya.
“Ron, tolongin tante dong. Lepasin kaos tante. Habis panas sih..”, pinta tante Aprilia dengan suara yang manja tapi terkesan menggairahkan.
Dengan sedikit gemetaran karena tak menyangka akan pengalaman nyataku ini, aku lepas kaos ketat berwarna merah itu dari tubuh tante Aprilia. Cerita Dewasa
Dan apa yang berikutnya aku lihat sungguh membuat darahku berdesir dan penisku semakin tegang membesar serta jantung berdetak Apriliacang. Payudara tante Aprilia yang besar tampak nyata di depan mataku, tanpa terbungkus kutang. Dua gunung indah milik janda itu tampak Apriliacang dan padat sekali.
“Apriliaapa Ron. Kok tiba-tiba diam?”, tanya tante Aprilia padaku.
“E.. Em.. Nggak apa-apa kok tante”, jawabku spontan sambil menundukkan kepala.
“Ala.. enggak usah pura-pura. Aku tahu kok apa yang sedang kamu pikirkan selama ini. Tante sering memperhatikan kamu. Ronny sebenarnya sudah lama pingin ini tante kan?” kata tante sambil meraih kedua tanganku dan meletakkan telapak tanganku di kedua buah dadanya yang montok.
“Ehm.. Tante.. Sa.. Ya.. Ee..”, aku seperti tak mampu menyelesaikan kata-kataku karena gugup. Apalagi tubuh tante Aprilia semakin merapat ke tubuhku.
“Ron.. Remas susuku ini sayang. Ehm.. Lakukan sesukamu. Nggak usah takut-takut sayang. Aku sudah lama ingin menimati kehangatan dari seorang laki-laki”, rajuk tante Aprilia sembari menuntun tanganku meremas payudara montoknya.
Sementara kegugupanku sudah mulai dapat dikuasai. Aku semakin memberanikan diri untuk menikmati kesempatan langka yang selama ini hanya ada dalam angan-anganku saja. Dengan nafsu yang membara, susu tante Aprilia aku remas-remas.
Sementara bibirku dan bibirnya saling berpagutan mesra penuh gairah. Entah kapan celanaku dan celana tante lepas, yang pasti saat itu tubuh kami berdua sudah polos tanpa selembar kainpun menempel di tubuh. Permaianan kami semakin panas.
Setelah puas memagut bibir tante, mulutku seperti sudah nggak sabar untuk menikmati payudara montoknya.
“Uuhh… Aah…” Tante Aprilia mendesah-desah tatkala lidahku menjilat-jilat ujung puting susunya yang berbentuk dadu.
Aku permainkan puting susu yang munjung dan menggiurkan itu dengan bebasnya. Sekali-kali putingnya aku gigit hingga membuat Tante Aprilia menggelinjang merasakan Kenikmatan. Sementara tangan kananku mulai menggerayangi “vagina” yang sudah mulai basah. Aku usap-usap bibir vagina tante dengan lembut hingga desahan-desahan menggairahkan semakin keras dari bibirnya.
“Ron.. Nik.. Maat.. Sekali sa.. Yaang.. Uuuhh.. Puasilah tante sayang.. Tubuhku adalah milikmu”, suara itu keluar dari bibir janda montok itu. Cerita Panas
Aku menghiraukan ucapan tante karena sedang asyik menikmati tubuh moleknya. Perlahan setelah puas bermain-main dengan payudaranya mulutku mulai kubawa ke bawah menuju vagina tante Aprilia yang bersih terawat tanpa bulu. Dengan leluasa lidahku mulai menyapu vagina yang sudah basah oleh cairan.
Aku sudah tudak sabar lagi. Batang penisku yang sudah sedari tadi tegak berdiri ingin sekali merasakan jepitan vagina janda cantik nan montok itu. Akhirnya, perlahan kumasukkan batang penisku ke celah-celah vagina. Sementara tangan tante membantu menuntun tongkatku masuk ke jalannya. Kutekan perlahan dan…
“Aaah…”, suara itu keluar dari mulut tante Aprilia setelah penisku berhasil masuk ke dalam liang senggamanya.
Kupompa penisku dengan gerakan naik turun. Desahan dan erangan yang menggairahkanpun meluncur dari mulut tante yang sudah semakin panas birahinya.
“Aach.. Ach.. Aah.. Terus sayang.. Lebih dalam.. Lagi.. Aah.. Nik.. Mat..”, tante Aprilia mulai menikmati permainan itu.
Aku terus mengayuh penisku sambil mulutku melumat habis kedua buah dadanya yang montok. Mungkin sudah 20 menitan kami bergumul. Aku merasa sudah hampir tidak tahan lagi. Batang kemaluanku sudah nyaris menyemprotkan cairan sperma. IndoCeritaSex
“Tante.. Punyaku sudah mau keluar..”
“Tahan seb.. Bentar sayang.. Aku jug.. A.. Mau sampai.. Aaach..”, akhirnya tante Aprilia tidak tahan lagi.
Kamipun mengeluarkan cairan Kenikmatan secara hampir bersamaan. Banyak sekali air mani yang aku semprotkan ke dalam liang senggama tante, hingga kemudian kami kecapekan dan berbaring di atas karpet biru.
“Terima kasih Ronny. Tante puas dengan permainan ini. Kamu benar-benar jantan. Kamu nggak nyeselkan tidur dengan tante?”, tanya beliau padaku.
Aku tersenyum sambil menciumkening janda itu dengan penuh sayang.
“Aku sangat senang tante. Tidak kusangka tante memberikan Kenikmatan ini padaku. Karena sudah lama sekali aku berangan-angan bisa menikmati tubuh tante yang montok ini”
Tante Aprilia tersenyum senang mendengar jawabanku.
“Ronny sayang. Mulai saat ini kamu boleh tidur dengan tante kapan saja, karena tubuh tante sekarang adalah milikmu. Tapi kamu juga janji lho. Kalau tante kepingin… Ronny temani tante ya.”, kata tante Aprilia kemudian. Cerita Sex Indo
Aku tersenyum dan mengangguk tanda setuju. Dan kami pun mulai saling merangsang dan bercinta untuk yang kedua kalinya. Hari itu adalah hari yang tidak pernah bisa aku lupakan. Karena angan-anganku untuk bisa bercinta dengan tante Aprilia dapat terwujud menjadi Apriliayataan. Sampai saat ini aku dan tante Aprilia masih selalu melakukan aktivitas sex dengan berbagai variasi. Dan kami sangat bahagia.
Langganan:
Postingan (Atom)
















Comments